Love Letters Buat Kamu dan Kamu

Hai kamu. Dan kamu.

Don't be surprised kalo tiba-

tiba saya nulis surat seperti ini

buat kamu, dan kamu.


Well... yeah... so last-decade

memang kirim surat kayak

gini. Sebenernya writing letters

isn't really my thing dan

mungkin buatmu gak terlalu

penting. Jadi biarpun aku

bakal pusing tujuh keliling,

hingga kening keriting, i

promise you i,ll try my best

untuk membuat surat ini

tidak terdengar seperti kiasan

cheesy soal cinta di kartu

Valentine yang dicetak masal.


by Rakhmawati Fitri

Sabtu, 12 Mei 2012

Belajar Menyetir Mobil



12 Mei 2012
Surat untuk Ayah

Mungkin kalau kembali lagi ke tahun 2006 saat aku masih duduk di kelas 2 SMP, aku sangat ingin peluk Ayah, karna Ayah yang telah menjadikanku sebagai karakter yang kuat dan percaya diri.

Masih ingat saat Ayah mengajariku menyetir mobil?

Ayah melarangku mengendarai di lapangan yang terbuka dengan alasan yang lumayan masuk akal but a little crazy, yaitu biar tidak ada ketakutan dan melatih spontanitas. Honestly I’m so scared apalagi waktu kelas dua SMP kakiku belum sepenuhnya menginjak kopling ditambah lagi dengan jarak pandang jalan sampai-sampai di bantu dengan timbunan beberapa tumpuk bantal untuk meninggikan badanku supaya jalan tampak terlihat semua.

So be careful mobil tua sedan Peugeot 505 milik Ayah aku kendarai sangat pelan. Hingga tiba saatnya rintangan menghadang pengendara sepeda ontel tua semakin kudekati, setir kubelokkan ke kanan  melaju dan akhirnya rintangan pertama selesai. Betapa gembiranya aku. “Tantangane urung mari.” kata Ayah sambil menghisap rokok Wismilak Diplomat. Tiba-tiba jalan di depan berlubang…

Of all the challenges that can be passed on and remove fear, finally my father encouraged me, kalau aku memang benar-benar bisa menghadapi semua rintangan. Hingga suatu saat ayah mengizinkan aku menyetir mobil sendiri waktu berangkat sekolah. Mulai saat itu rasa percaya diriku tumbuh dan menjadikan aku sebagai pribadi yang tangguh.

Dari hal sepele ayah telah mengubah hidupku lebih tangguh mampu menghadapi segala rintangan yang ada. Ayah adalah guru mengemudi yang hebat yang ingin aku peluk seperti semut selalu memeluk gula yang manis. Sama seperti sikap ayah kepadaku. Manis…

Thank you so much Dad…



Dari Nauval Afnan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar